Rabu, 07 Juni 2017

Bimbingan dan Konseling


Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk membantu individu mencapai perkembangan yang optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

Pengertian Konseling
Konseling merupakan upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu  membuat keputusan, menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakini nya, dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan dating.

Pengertian Bimbingan dan Konseling
Proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya.

Konseling (consultation)
  • Dengan petugas administrasi sekolah
  • Dengan staf pengajar
  • Dengan orang tua-secara individual atau dalam bentuk pertemuan dengan para orangtua

Penilaian dan penelitian bertujuan untuk mengetahui tujuan apa saja yang telah dicapai dari program yang di laksanakan.

Ragam Bimbingan Menurut Masalah
      1.      Bimbingan Akademik untuk membantu individu dalam menghadapi & memecahkan masalah akademik:
·         Pengenalan kurikulum
·         Cara belajar
·         Pemilihan jurusan
·         Penyelesaian tugas & belajar
      2.      Bimbingan Sosial Pribadi untuk membantu siswa memecahkan masalah sosial pribadi:
·         Hubungan sesame teman
·         Hubungan dengan guru dan staf
·         Pemahaman sifat
·         Penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat.
·         Penyelesaian konflik
      3.      Bimbingan Karir untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan & pemecahan masalah karir:
·         Pemahaman terhadap jabatan, tugas kerja
·         Pemahaman kondisi & kemampuan diri
·         Pemahaman kondisi lingkungan
·         Perencanaan & pengembangan karir
·         Penyesuaian pekerjaan
·         Pemecahan masalah karir yang di hadapi.

Tujuan Bimbingan:
  • Merencakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan masa yang ada.
  • Menyesuaikan diri dengan lingkungan pribadi
  • Mengembangkan seluruh potensi & kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin
  • Mengatasi hambatan & kesulitan yang di hadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.


Fungsi Bimbingan:
  • Pemahaman: membantu siswa memahami potensi yang dimilikinya
  •  Preventif: mengantisipasi masalah & berusaha mencegahnya.
  • Pengembangan: berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
  • Perbaikan (Penyembuhan): membantu siswa yang telah memiliki masalah
  • Pengaturan: membantu siswa memilih kegiatan pemantapan penguasaan karir
  • Adaptasi: memilih metode pendidikan sesuai dengan kemampuan individu
  • Penyesuaian: membantu siswa menyesuaikan diri dengan program pendidikan.


Kualitas Pribadi Konselor
  • Pemahaman diri
  • Kompeten
  • Kesehatan psikologis
  • Dapat di percaya
  • Jujur & Sabar
  • Kekuatan (agar klien merasa aman)
  •  Bersikap hangat
  •  Active responsiveness (bersifat dinamis)
  • Kepekaan (menyadari masalah yang tersembunyi pada klien)


Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Muro dan Kottman (1995) mengemukakan bahwa struktur  program bimbingan dan konseling komprehensif diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan:
  • Layanan dasar bimbingan yang diberikan melalui kegiatan kelas atau diluar kelas dalam membantu siswa mengembangkan potensi secara optimal.
  • Layanan responsive yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah yang memerlukan bantuan dengan segera
  • Layanan perencanaan individual yang diberikan kepada semua siswa agar dapat membuat perencanaan masa depan
  • Dukungan system yang memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan ketiga program layanan di atas.


Asas Bimbingan dan Konseling

Rahasia, sukarela, terbuka, kegiatan, mandiri, dinamis, terpadu, harmonis, ahli (menggunakan kaidah –kaidah professional), ahli tangani kasus (memberikan kepada yang lebih ahli, tut wuri handayani(mengayomi).

0 komentar:

Posting Komentar